Kamis, 26 Juli 2012

mau selamat,gunakanlah akal

Assalamu’alaikum, sobat semua….
Apa kabar ? semoga Allah Ta’ala senantiasa meridhoi kita semua.

Sudah lebih satu bulan saya tidak meng up date blog ini…
Ternyata memang betul, menjaga Istiqomah itu sungguh-sungguh sangat berat... untuk sekedar istiqomah menuliskan atau mentraskipkan pengajian-pengajian yang saya ikutipun tidak bisa dilaksanakan.

Mungkin saya bisa menyampaikan beberapa alasan yang secara logika benar, tetapi alasan apapun yang saya kemukakan pasti itu hanya pembenaran-pembenaran subyektif saya. Karena pada hakekatnya, kenyataannya saya tidak bisa menjaga istiqomah itu....
Alhamdulillah...

Allahu Akbar, Hanyalah Allah yang Maha Kuasa.....yang memberikan hidayah, memberikan kesempatan, memberikan dorongan untuk sekedar menuliskan, mendokumentasikan apa-apa yang saya peroleh dari pengajian-pengajian yang saya ikuti. Semoga Allah SWT. Senantiasa membimbing kami. Amin.
Sobat,...

Seperti biasanya, berikut ini adalah tulisan mengenai hal-hal yang saya tangkap dari Pengajian Abahe, Pengajian rutin malem kemisan ( Rabu malam ).
Abah senantiasa mengajak menjaga diri kita dengan Taqwallah.

Pertama : ” Ayo kita njogo kelayan taqwallah, nglaksana ake dawuh-dawuhe Allah, ninggalake larangan-larangan Allah ”.
Kedua : kita diajak untuk senatiasa meningkatkan syukur kita kepada Allah, Meski bersyukur itu gampang, tetapi jarang orang yang bisa bersyukur. Kenapa gampang, sebab Barang siapa yang bisa bersyukur, maka oleh Allah akan ditambahi nikmatnya. Berarti ini perbuatan yang mestinya gampang. ( terus terang ini saya juga belum faham maksudnya )

Ketiga : ayo tingkatakan kesabaran kita. Sabar, inilah yang sangat berat. Yaitu sabar didalam melaksanakan perintah-perintah Allah, sabar menghadapi cobaan, ujian, musibah bencana ataupun balak. Tapi martabatnya lebih indah sebab orang yang sabar itu bersama-sama dengan orang-orang yang sabar pula, Innalloha ma’ashobirin.
Itulah beberapa hal yang harus kita gunakan sebagai bekal didalam menghadapi kehidupan, menghadapi globalisasi, menghadapi madhoron / bahaya/ kolo bendu. Maka kita harus lebih berhati-hati.
Lebih-lebih di kehidupan sekarang ini. Banyak upaya-upaya yang tidak kita sadari bagaimana kita ini semakin dijauhkan dari nilai-nilai keagamaan, keislaman kita.

Coba perhatikan dan renungkan, bagaimana seseorang dibuat tidak mencintai sesuatu yang seharusnya ia cintai, bagaimana dia dijauhkan dari rasa kecintaannya terhadap sesuatu ?
Ternyata rumusnya : perbanyaklah hal-hal yang gampang disenangi, sehingga orang dengan gampang meninggalkannya. Dan itulah yang terjadi saat ini.

Dulu semua orang tahu kalau tanggal 5 Oktober itu hari ABRI, 10 nopember hari pahlawan, 1 Juli hari kelahiran Pancasila, dll. Sekarang ? wis ora ono sing kelingan, jarang yang ingat lagi. Karena orang-orang membuat hal-hal baru yang nampaknya lebih mendunia, Hari HAM, Hari Bumi, Hari anti merokok, dan lain-lain peringatan lainnya, sehingga yang seharusnya benar-benar menjadi momentum sejarah sudah banyak dilupakan.
Dulu amat sakralnya orang mencintai, rasa kepemilikan terhadap masjid, Sekarang ? masjid menjadi ajang untuk rebutan takmir, rebutan menjadi pengurus. Tapi yang benar-benar memiliki masjid sudah tidak ada.

Dulu betapa indahnya orang sekolah. Pulang sekolah makan siang dirumah, kemudian sholat, istirahat sejenak, dilanjutkan sekolah arab atau mengaji. Sekarang ? anak-anak diwajibkan mengikuti tambahan pelajaran disekolah, kursus matematika, bahasa inggris, pramuka, les menghadapi ujian, dll. Bagaimana anak-anak memiliki masa bermain ?
Sehingga jadilah anak-anak kita tidak memiliki tata krama, subo sito, akhlaq yang bagus.

Di dunia politik, Pemeluk Islam adalah mayoritas di Indonesia, mana yang memilih partai Islam ? PKB, PKNU, PKS, atau yang lain ? apa ini tidak perlu mukhasabah, ikhtishaf. Bagaimana kita bangga dengan kepemilikan diri, dirumah sendiri, yang memiliki hak veto. tidak pernah lari dari tanggung jawab.
Ayo kita dalam berislam dan beribadah, itu yang kafah, menyeluruh, komprehensif. Maka untuk itu mari kita senantiasa meningkatkan semangat kita mencari ilmu agama, mengaji.

Kata Abahe.... Sekarang banyak ilmu semakin hilang.
Di Az-Zuhri tidak ada ilmu yang disimpan, semua ilmu disampaikan. Fiqih, Ulumul Qur’an.......silat.....10 jurus untuk pria, 10 jurus wanita, jurus asma’, Ilmu memasak, jahit menjahit.... diberika semua, tidak ada yang disimpan. Sebab” kalau ilmu itu saya simpan, siapa yang meneruskan ?”, kata Abahe.

Itulah sebabnya kita perlu mengingat sudah berilmukah kita ? sudah pintarkah kita ?
Golongan manusia berdasar kepintarannya di golongkan menjadi 4 tipe, yaitu :
1. Rojulun yadri wa yadri anahu yadri fahuwa alimun. fa tabi’uhu. Manusia itu pintar dan dia menyadari kepintarannya, maka orang ini orang pintar. Maka ikutilah dia.

2. Rojulun yadri wa layadri anahu yadri fa huwa ghofilun. Fannabi'uhu. Orang ini pintar tapi dia tidak menyadari dan tidak mengamalkan ilumunya, orang ini seperti orang sedang tidur, maka bangunkanlah.
3. Rojulun layadri wa yadri anahu layadri fahuwa mustaghshikin. Orang ini bodoh, dan dia menyadari bahwa dirinya adalah bodoh, maka orang ini berilah petunjuk.
4. Rojulun layadri wa layadri anahu layadri fahuwa dholimun. Jahilun murokabun. Orang ini bodoh, tapi tidak tahu kebodohonnya bahwa dirinya adalah bodoh. Orang ini adalah orang jahil. Bodoh atau dholim atau jahilun murokabun. Tinggalkan dia.
Kita termasuk golongan yang mana ?

Ayo kita selalu mencari ilmu, mentransfer ilmu, mengajarkan jalisan, dengan anak-anak kita seperti yang dilakukan orang tua kita, kakek-nenek  kita dahulu.
Ayo kita semua baik yang pintar-pintar maupun yang bodoh-bodoh, ayo selalu gunakan akal, agar selamat dunia dan akherat.

Sebab tentang Akal, Al Aql ini Sahabat Ka'ab dan Abu Hurairah pernah bertanya kepada Rasulullah SAW.
Yaa.. Rasulullah, Man a’lamunnas ? Siapa orang yang paling pandai ? dijawab oleh Rasulullah  Al aql, orang yang menggunakan akalnya.

Man a’budunnas ? Siapa orang yang paling hebat ibadahnya ? dijawab .... Al aql
Man afdholunnas ? Siapa yang paling utama-utamanya manusia ? dijawab .... Al aql

A’latul mu’min, al ’aql . Alat seorang mukmin adalah Al aqil.
Kita sudah diperintah oleh Allah Ta'ala untuk senantiasa Iqro’...iqro’...iqro’ . tapi kenyataannya kita masih saja jumud.

Oleh karena itu menghadapi persoalan hidup ini, ayo bangkit jangan menangis dengan kekalahan, jangan bersedih dengan kehilangan, senyumlah dengan pengalaman-pengalaman kenapa kita kalah, kenapa kita bersedih, maka  kau akan menang, ketenangan kebahagiaan akan kau peroleh. Insyaallah.
Semoga Allah meridhoi langkah kita. Amin

Wasalamu'alaikum
hatiku memang tak seputih salju yang bertebaran di musim dingin menghiasi nirwana ini
 aku juga tak sebening embun pagi yang jatuh menghiasi dedaunan
aku tak sehangat sinar mentari yang slalu menghangatkan dunia ini dengan cahayanya
aku juga tak seperti air yang slalu memberikan kehidupan di dunia ini


yang kumiliki hanya malu dan rasa sayang ini ke padamu
mungkin aku terlalu membual atau bahkan berangan angan yang sangat sangat tinggi.......
sampai sampai kapan dan bagaimana aku meraih impianku itu
wahai bidadari pujaanku,jika kau menuntut lebih dariku,hanya rasa sayang ini yang dapat ku berikan padamu


karna ku yakin suatu saat nanti kan kutemukan jati diriku sebenarnya dengan seorang pendamping yang tlah dipilih oleh Tuhan untuk menjalani hidupku di didunia ini

bersama sama tuk memperoleh dan mencapai nikmat ilahi,mereguk madu kehidupan dan cinta yang sesungguhnya



I LOVE ISLAM and I LOVE YOU  MY ANGEL

Rabu, 01 Juni 2011

ku cari cahaya rakhmat_Mu

tak lelah kaki ini melangkah menysuri lika liku hidup dari_Mu
demi mendapatkan apa arti dari semua kehidupan ini.
cinta dan kasihmu slalu kurindukan demi mendapatkan kenikmatan dunia dan akherat

Ya Robb,kemana lagi ku harus memohon kecuali hanya kepadamu
aku hanyalah hamba_Mu yang tak jauh dari hina dan dosa

selalu dan selalu setiap kurindukan dirimu ada aja bujukan bujukan yang slalu membuat diriku jauh dari_Mu

ku hanya memnginginkan rakhmat dan kasih sayangmu yang slalu dinanti dan di damba setiap umatmu
bimbinglah diriku agar slalu bersamamu

Senin, 10 Januari 2011

pt.Natural Nusantara emang terbaik"bukan hanya janji tapi buktilah yang menjawabnya"

sebuah cita cita dan keinginan yang mungkin jarang dipikirkan oleh para petani adalah gimana caranya agar anak cucu kita kelak dapat tetap menikmati lahan yang tetap subur
sekarang petani berlomba lomba hanya demi kepentingan hasil yang melimpah dan melupakan bahaya dan dampaknya bagi bumi kita ini.
begitu kuat mereka menggunakan produk kimia yang didatangkan dari luar negri,padahal mereka malah gak mau memakai produknya
begitu disayangkan bukan,padahal sekitar kita banyak sekali sumber sumber bahan organik yang dapat dimanfaatkan serta memperbaiki unsur hara tanah yang sudah lama tercemar
aku ingin sekali mengajak semuanya agar kita kembali seperti jaman dulu,yang tanah dan hasil pertaniannya melimpah ruah.
masih ingatkah kita lagunya koes plus "kolam susu"
begitu indah dan membawa kita optimis bahwa tanah kita begitu suburnya,hingga tongkat pun bisa jadi tanaman

tapi sekarang apakah mungkin?
itu pertanyaan yang gak perlu dijawab,karan kita semua telah tahu kalo tanah kita sudah tercemar

kita masih ada harapan kalo kita mau memperbaikinya.dengan cara organik pasti kita bisa

pt.Natural Nusantara telah membuktikan bahwa produk produk organiknya bukan hanya janji saja,tapi mengutamakan bukti.dengan kualitas,kuantitas dan hasil yang sangat memuaskan
ayo kita perbaiki semuanya demi anak cucu kita kelak
dengan semboyan "SEMANGAT PAGI.........!!!!!!!!!!!" kita pasti kan jaya dan bersaing di dunia globalisaasi sekarang ini